Catatan Presiden P2i Tentang RUU Pesantren

Assalamu’alaikum wr.wb

Kalau presiden waktunya agak lama,

Alhamdulillah kita bisa berjumpa bersama pak Menteri ini,

Saya cuman ada beberapa catatan saja pak karena kita dari awal sebetulnya pak Jalal tadinya gabung di mu’adalah cuman memisahkan diri, karena dari  awal merupakan kekuatan bersama, tetapi memang misinya kita adalah mengangkat pendidikan nasional. Nantinya hampir mirip –ini sering saya sampaikan– seperti perbankan pak, jadi  ada dua sistem pendidikan (dual education system). Ada yang pola sekolah, yang memang  itu kan orientasinya  kita sudah lihat larinya ke guru, motivasi pembuatannya juga jelas,  motivasi menulis buku teksnya juga jelas, kalau pesantren kan motivasinya tolaban li mardotillah, ujung-ujungnya minta dikritik kalau salah kan?,  iya kalau semua kitab itu seperti itu. Kan berangkat dari niat yang berbeda  saya yakin 20 tahun ke depan mungkin pak menteri sudah di mana adanya, tapi konsep pendidikan Indonesia itu ada dua pilihan bagi masyarakat adalah jasa dari pertemuan-pertemuan, yang  itu saya mengingatkan.

Yang kedua ketika membahas PMA dan lain sebagainya, teman-teman dari kemenag sekalipun selalu mengingatkan jangan sampai seperti madrasah dan MTs, itu kata kuncinya dan selalu kita sampaikan, juga syaratnya jangan sampai kebablasan, nah untuk pesantren ini hati-hati dan lain sebagainya ,maka kita ingatkan itu.

Dan ketiga kita sudah menawarkan diri  untuk bisa sama-sama untuk merumuskan bersama. Artniya Kita sudah menggelindingkan, merumuskan konsep itu bersama-sama. Bahkan kemarin dirancang di pertemuan di Bogor “bila perlu nanti kalau masuk dari DPR ke pemerintah kemudian pemerintah mengoreksi, sudah langsung jadi tiketnya, ini loh ganti yang itu masukin yang ini masukin ganti yang rumusan dari pemerintah yang sudah digodok sama-sama oleh kita.  Ini pas jaman pak menteri SDA itu pernah terjadi konflik antara pesantren dan rancangan PMA akhirnya pak menteri bilang  “selama ada konflik saya tidak mau tanda tangan” nyatanya ujung-ujungnya yang menanda tangan sudah tidak ada konflik yang kebagian tanda tangannya Pak Lukman Alhamdulillah. Saya kira itu pak, kita lagi membangun Indonesia 20 tahun ke depan terima kasih……

Sumber: catatan Presiden P2i pada dialog Bersama Menteri Agama 11 Oktober 2018 di D’Omah Yogyakarta.