Pembinaan Ukhuwah Telah Lewat Kini Tinggal Musyarakah dan Musabaqah

Dalam paparannya yang disampaikan pada Seminar Nasional “Pesantren Sebagai Benteng NKRI dan Pengawal Moral Panca Sila” yang diselenggarakan usai Launching P2I di Pesantren Darunnajah Jakarta¬† Prof. Dr. Komarudin Hidayat menyampaikan bahwa Islam itu Agama yang paling kuat warisan tradisinya, terutama dalam hal yang mahdah, kita sedikit sekali yang mempelajari sirah nabawiyah yang langsung, tapi lebih merujuk pada produk ijtihad mazhab-mazhab. Secara mikro Islam itu berjaya pada masa agraris, tidak pada masa industri. Padahal Islam menjadi terlur kemodernan di Barat. Kemudian lebih terjebak pada konflik politik, maka diperlukan inovasi-inovasi ke depan, ilustrasinya ummat Islam itu perlu haji, haji perlu pesawat maka ummat Islam harus memiliki pabrik pesawat, perlu menutup aurat, maka wajib memiliki pabrik garmen dan lainnya.

Maka yang diperlukan fastabiqul khairat, yang ada belomba berbuat baik, bukan berlomba kekakyaan, berlomba pangkat, tapi berlomba berbuat baik sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Kita tidak lagi harus terobsesi dengan ukhuwah, tapi harus kepada musyarkohah, musabaqah dan muawananh, terutama untuk kasus Indonesia. Karena ukhuwah itu untuk suasana di masa ummat senang bertengker, sementara di Indonesia berbeda. Indonesia terlahir karena saham besar para sultan dan kesultanan yang rela menyerahkan kekuasaannya untuk melebur menjadi suatu institusi negara Indonesia, ini fakta, oleh karena itu umat Islam harus memegang negeri ini.

Pada seminar yang diikuti oleh para pengasuh pesantren itu beberapa pemikiran cantik disambut dengan respon luar biasa dari peserta, di ujung pemmaparannya Komar sampaikan bahwa untuk kalangan menengah yang bukan alumni pesenatren malah pesantren jadi pilihan, pesantren yang bagus lebih diminati dari lembaga pendidikan lainnya.